NASIHAT BAGI ORANG YANG SELALU MENGIKUTI TERBITAN MAJALAH
DAN TIDAK PERNAH MENYENTUH AL-QUR'AN.
Oleh Syaikh Abdul Aziz bin Baz
Pertanyaan.
Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya : Apa nasehat bagi orang yang pada saat
yang lama tidak pernah menyentuh Al-Qur'an tanpa udzur, bahkan ada yang
selalu mengikuti majalah yang tidak bermanfaat ?
Jawaban.
Di sunnahkan bagi setiap muslim lelaki dan perempuan untuk memperbanyak
bacaan Al-Qur'an dengan memperhatikan arti dan maknanya, ...
NASIHAT BAGI ORANG YANG SELALU MENGIKUTI TERBITAN MAJALAH
DAN TIDAK PERNAH MENYENTUH AL-QUR'AN.
Oleh Syaikh Abdul Aziz bin Baz
Pertanyaan.
Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya : Apa nasehat bagi orang yang pada saat
yang lama tidak pernah menyentuh Al-Qur'an tanpa udzur, bahkan ada yang
selalu mengikuti majalah yang tidak bermanfaat ?
Jawaban.
Di sunnahkan bagi setiap muslim lelaki dan perempuan untuk memperbanyak
bacaan Al-Qur'an dengan memperhatikan arti dan maknanya, baik dengan
membacanya dari mushaf langsung atau dengan menghafalnya, berdasarkan
firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.
"Artinya : Ini adalah sebuah kitab yang kami turunkan kepadamu penuh
dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat
pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran" [Shaad : 29]
"Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan
mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami
anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu
mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka
pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karuniaNya. Sesunguhnya
Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri" [Fathir : 30]
Membaca disini mencakup pula mengamalkan, membaca dengan memperhatikan
arti dan maknanya. Ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam membaca
Al-Qur'an adalah sarana untuk bisa mengamalkannya, dan ada pahala yang
besar sebagaimana disabdakan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.
"Artinya : Bacalah Al-Qur'an, karena ia akan memberikan syafaat bagi yang
membacanya pada hari Kiamat " [Hadits Riwayat Muslim dama Shahih-nya]
"Artinya : Yang paling baik di antara kalian adalah yang belajar Al-Qur'an
dan mengajarkannya" [Hadits Riwayat Al-Bukhari dalam Shahih-nya]
"Artinya : Barangsiapa membaca satu huruf dalam Al-Qur'an, maka baginya
satu kebaikan, dan satu kebaikan pahalanya dilipatkan menjadi sepuluh kali
lipat. Saya tidak mengatakan bahwa alif lam mim adalah satu huruf, akan tetapi
alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf"
Diriwayatkan dari beliau bahwa beliau berkata kepada Abdullah bin Amr bin
'Ash, "Bacalah Al-Qur'an (sampai tamat) setiap bulan". Abdullah bin Amr
bin 'Ash berkata. "Saya bisa membacanya lebih dari itu". Beliau berkata :
Khatamkanlah dalam tujuh hari". Dan para sahabat Nabi Shallallahu 'alaihi
wa sallam mengkhatamkan Al-Qur'an dalam tujuh hari.
Nasehatku untuk para pembaca Al-Qur'an, perbanyaklah bacaan Al-Qur'an
dengan memperhatikan arti dan maknanya, ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta'ala
untuk mencari faedahnya dan ilmunya, mengkhatamkannya dalam waktu setiap
bulan, kalau bisa kurang dari itu. Itu adalah suatu kebaikan yang agung.
Boleh juga mengkhatamkannya kurang dari tujuh hari, tapi jangan lebih
cepat dari tiga hari, karena bisa menyebabkan tergesa-gesa dan tidak
memperhatikan maknanya. Dan tidak boleh baginya untuk membaca Al-Qur'an kecuali apabila
dalam keadaan suci. Tapi apabila membacanya dengan hafalan, maka tidak
apa-apa membaca tanpa wudhu. Tapi bila dalam keadaan junub, tidak boleh
baginya untuk membacanya, baik dengan membaca dari mushaf maupun dengan
hafalan hingga ia mandi, berdasarkan hadits riwayat Imam Ahmad dan penulis
kitab-kitab Sunan dengan sanad hasan, dari Ali Radhiyallahu 'anhu
bahwasanya ia berkata : "Adalah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak ada yang
menghalanginya dari membaca Al-Qur'an kecuali junub"
[Fatawa Mar'ah, 2/96]
[Disalin dari kitab Al-Fatawa Al-Jami'ah lil Mar'atil Muslimah, edisi
Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita-3, hal 298-300, Darul Haq]
sumber <http://www.almanhaj.or.id/>
Gersang Bumi Tanpa Hujan, Gersang Minda Tanpa Ilmu,
Gersang Jiwa Tanpa Amal, Gersang Hati Tanpa Iman.
See more
See less
Sahih Al Bukhari 9/7274 (O.P. 379)
No doubt! Verily, the Auliya' of Allah and love Allah much, no fear shall come upon them nor shall they grieve.