"Aku tidak menerima cinta yang kau anggap sejati sebelom di uji"
Apakah ujian itu?
Jika aku meletakkan engkau di mesin pemotong daging, lalu engkau menjadi potongan-potongan daging di ujung yang lain - tetapi masih tetap hidup - dan jika aku kembalikan engkau ke bentuk asalmu, apakah engkau masih mencintaiku?"
Arti dari puisi ini adalah, jika aku menyebabkan engkau sangat menderita, dan menyakiti engkau seperti yang belum pernah dilakukan orang lain sebelumnya terhadap dirim...
"Aku tidak menerima cinta yang kau anggap sejati sebelom di uji"
Apakah ujian itu?
Jika aku meletakkan engkau di mesin pemotong daging, lalu engkau menjadi potongan-potongan daging di ujung yang lain - tetapi masih tetap hidup - dan jika aku kembalikan engkau ke bentuk asalmu, apakah engkau masih mencintaiku?"
Arti dari puisi ini adalah, jika aku menyebabkan engkau sangat menderita, dan menyakiti engkau seperti yang belum pernah dilakukan orang lain sebelumnya terhadap dirimu, apakah engkau masih mencintaiku setelah semua yang telah kulakukan itu? Inilah cinta yang sejati. Tetapi jika aku telah bersamamu selama 40 tahun, lalu hanya karena satu kata menyakitkan yang aku ucapkan kepadamu karena stress, engkau meninggalkan aku dan menyatakan aku sebagai musuhmu, menyangkal cinta yang telah ada selama 40 tahun tadi dan berkata, "Aku tidak mencintaimu lagi", maka bukan seperti ini cinta yang dimaksud.
Hadirku bagai kain buruk buat pengalas kaki
"belakang parang kalau di asah tajam juga"