"Dan diantaranya manusia ada orang-orang yang membuat tandingan-tandingan selain Allah.Mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah.Adapun orang-orang yang beriman itu amat sangat cintanya kepada Allah….†(QS 2:165)
Al-Mahabbah (cinta)adalah suatu kata yang teramat ringan untuk diucap,terlalu mudah untuk dikira ,sehingga tidak hairan andai ramai orang mengatakan telah memiliknya.Cinta,bagaikan lapar dan dahaga,semua jenis manusia dalam setiap peringkat usia pernah...
"Dan diantaranya manusia ada orang-orang yang membuat tandingan-tandingan selain Allah.Mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah.Adapun orang-orang yang beriman itu amat sangat cintanya kepada Allah….†(QS 2:165)
Al-Mahabbah (cinta)adalah suatu kata yang teramat ringan untuk diucap,terlalu mudah untuk dikira ,sehingga tidak hairan andai ramai orang mengatakan telah memiliknya.Cinta,bagaikan lapar dan dahaga,semua jenis manusia dalam setiap peringkat usia pernah merasai getarannya,meskipun dari segi objek dan kadarnya berbeza-beza.Muara cinta tidak hanya terbatas pada sasaran yang zahir sahaja,tetapi dia melampaui hal-hal yang batin.
Sebab,secara fitrah manusia di muka bumi ini tercipta dengan mengimani adanya kekuatan ghaib.Bahkan Islam menjadikan keimanan kepada benda-benda ghaib sebagai kunci keislamannya.
Para sahbat,generasi pertama,sekaligus menjadi contoh kehidupan manusia;manusia yang kecintaannya kepada benda-benda bejasad.Jauh di atas kecintaan kepada isteri,anak,keluarga,harta dan kenderaan,bahkan juga kepada diri mereka sendiri.Allah bagi mereka merupakan tempat berlabuhnya cinta pertama dan utama.
Tapi,dengan berlalunya waktu,kekuatan kebendaan mulai menampakkan cengkamannya.Dengan penampilan yang semakin hari makin mendapat tempat di hati manusia,termasuk golongan muslim.Sehingga jarring-jaring aterialisme kini telah begitu kuat menyemat di hati manusia.Ketergantungan seseorang kepada kekuatan ghaib,yang pada mulanya merupakan asas kekuatan hidup,kini telah dianggap sebagai tahayyul dan khurafat.Tidak dapat disanggah,kekuatan material,yang sebenarnya rapuh,memporak perandakan kekuatan iman seseorang,sehingga rasa ketergantungan dan kecintaannya kepada kekuatan-kekuatan ghaib semakin menipis dan kian hilang bentuk dan kewujudannya.
Kenyataannya,cinta yang diikrarkan oleh sekian ratusan juta muslim terhadap Rabbnya hari ini semakin hambar dan hilang kelazatannya.Kata-kata cinta kepada Allah,rasul dan Islam kini hanya tinggal slogan-slogan kosong yang tidak mempunyai roh lagi.
Cinta memang urusan hati,yang tidak dapat secara langsung dikesan oleh pancaindera.Tapi,setidaknya ia mempunyai bebrapa tanda dan alamat yang sangat jelas dan selalu terjadi pada orang yang bercinta,diantaranya:
1.Banyak mengingat dan menyebut kekasihnya
2.Rasa rindu untuk bertemu dengan kekasih
3.Merasakan asyiknya berbicara berduaan dengan kekasih
4.Rasa cemburu apabila kekasih diganggu atau direndahkan orang
Apabila dalam cinta sesama makhluk,hal ini sangat nampak,bahkan seorang suami rela mengorbankan nyawanya demi membela seorang isteri,seharusnyalah dalam kecintaan seorang hamba terhadap Khaliknya tanda ini lebih nampak lagi.Bagaimana sah cinta seseorang musli apabila melihat ayat-ayat Allah diinjak-injak,dihinakan,dikatakan ayat syaitan,dia tenang sahaja tanpa tersinggung?
Adapun tanda yang lain dari sebuah cinta adalah : Bergetarnya hati saat nama sang kekasih disebut.Dengan jelas Allah berfirman :â€Orang-orang mu’min itu hanyalah mereka yang apabila disebut nama Allah bergetar hatinya,dan apabila dibacakan ayat-ayat Allah bertambahlah keimanan mereka dan hanya kepada Rabb-Nya mereka bertawakkalâ€.(QS 8:2)
Ini hanyalah beberapa tanda,namun dari yang sudah disebutkan tadi dimanakah cinta kita?Siapakah yang lebih dominan di hati kita?Siapa pula yang paling kita harapkan ,kita ingat dan kita rasakan kehadirannya dan keperluannya dalam hidup kita ? Masuk kelompok manakah kita?Tepuk dada,tanyalah iman.
Adapted:Mihwar 0ctober